FAKTANASIONAL.NET – Pemadaman listrik bergilir terpaksa diberlakukan di sejumlah wilayah akibat gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap milik PLN pada Minggu (5/7/2026).
Perbaikan kerusakan sistem kelistrikan sentral tersebut diperkirakan akan memakan waktu hingga memakan waktu sekitar satu pekan ke depan.
Menyikapi krisis pemadaman listrik Kalimantan Barat ini, pihak kepolisian mendesak warga untuk lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di dalam rumah.
Imbauan tersebut disampaikan secara langsung oleh Kasi Humas Polres Sekadau Iwan Kurniawan mewakili jajaran pimpinan aparat penegak hukum setempat.
Penggunaan alat penerangan alternatif manual dituding menjadi salah satu potensi bahaya utama yang sering kali memicu insiden kebakaran rumah.
“Apabila menggunakan lilin sebagai penerangan darurat, pastikan diletakkan pada tempat yang kokoh dan jauh dari bahan yang mudah terbakar. Jangan meninggalkan lilin dalam keadaan menyala saat tidur maupun ketika rumah ditinggalkan. Apabila memungkinkan, gunakan lampu darurat atau senter sebagai pilihan yang lebih aman,” ujar Iwan, Minggu (5/7/2026).
Selain ancaman percikan api dari lilin, lonjakan tegangan secara tiba-tiba juga menjadi ancaman fatal bagi perangkat elektronik milik masyarakat.
Seluruh warga disarankan untuk segera mencabut kabel peralatan elektronik dari stop kontak selama aliran energi terputus untuk menghindari korsleting.
Langkah antisipasi secara komprehensif selama pemadaman listrik Kalimantan Barat ini sangat krusial guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian material.
Pengoperasian mesin generator set atau genset sebagai sumber daya cadangan listrik juga menuntut pengawasan ekstra dari para pemiliknya.
Mesin genset diwajibkan menyala di area ruang terbuka yang memiliki sirkulasi udara lancar demi mencegah keracunan gas karbon monoksida.
Masyarakat dilarang keras menghidupkan mesin berbahan bakar minyak tersebut di dalam ruangan tertutup atau area utama tempat kumpul keluarga.
Semua langkah pencegahan darurat ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan fatal di tengah krisis kelistrikan yang belum menemukan titik terang.
Pihak berwenang memastikan akan terus memantau perkembangan situasi lapangan hingga kondisi pasokan energi kembali pulih seratus persen.
(*Red)
