FAKTANASIONAL.NET – Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Pontianak mendorong seluruh anggotanya untuk menguasai teknologi informasi guna mendukung publikasi program kerja di masyarakat pada Selasa (7/7/2026).
Arahan terkait peningkatan keterampilan digital kader PKK tersebut disampaikan secara langsung dalam agenda pertemuan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyoroti pentingnya adopsi kreativitas oleh seluruh kader dalam memanfaatkan platform media sosial.
Bukti nyata dari pergeseran fokus ini terlihat pada perubahan format perlombaan Hari Kesatuan Gerak PKK yang kini mensyaratkan pengumpulan karya dalam bentuk digital.
Peserta lomba saat ini diwajibkan menyusun publikasi kegiatan seperti pembuatan produk ramah lingkungan dalam format video blog dan desain grafis.
Bagi anggota yang belum sepenuhnya menguasai teknologi tersebut, pihak pengurus kota menyarankan adanya kolaborasi teknis dengan tenaga ahli di pemerintahan wilayah masing-masing.
“Tim penggerak PKK baik di kecamatan maupun kelurahan kerjasamakan dengan IT yang ada di kantor camat atau kelurahan. Buat pelatihan. Gimana cara membuat vlog, mengedit video, membuat konten. Ini perlu kreativitas,” pesan Yanieta.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses adaptasi dan peningkatan keterampilan digital kader PKK di tingkat akar rumput.
Yanieta secara khusus memuji sejumlah pengurus wilayah yang belakangan ini sudah proaktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi kegiatan publik.
Penggunaan kanal media sosial oleh para kader ditegaskan bukan bertujuan untuk mencari popularitas pribadi, melainkan murni sebagai bentuk pelaporan kerja kepada masyarakat luas.
“Saya selalu memperhatikan kegiatan PKK Kecamatan dan Kelurahan di media sosial. Semua sudah menggunakan teknologi digital. Bukan untuk pamer atau menonjolkan diri, tapi inilah bentuk kegiatan di masyarakat,” jelasnya.
Sebagai organisasi yang berbasis pada semangat gotong royong, setiap tingkatan pengurus diwajibkan untuk saling membantu menutupi segala kekurangan teknis operasional.
“PKK ini organisasi yang tumbuh dari semangat gotong royong. Jadi PKK kecamatan atau kelurahan tidak bergerak sendiri. Kita merupakan bagian dari PKK Kota Pontianak sehingga semua harus berkolaborasi,” tambahnya.
Tuntutan penguasaan teknologi ini merupakan langkah konkret organisasi dalam mencetak agen perubahan yang cerdas digital dan peduli pada kualitas kesehatan keluarga.
(*Red)











