AS baru saja mengumumkan serangan terbaru di wilayah Selat Hormuz setelah Iran mengirimkan rudal ke sejumlah kapal komersial yang melintas di selat tersebut.
“Serangan AS ini merupakan tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz dan bertujuan untuk memberikan konsekuensi berat atas tindakan menargetkan dan menyerang pelayaran komersial,” bunyi pernyataan Komando Pusat AS dilansir AFP, Rabu (8/7/2026).
“Agresi yang ditunjukkan Iran tersebut tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.
Serangan ini terjadi pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat dan media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan terdengar di sejumlah wilayah Selat Hormuz usai pengumuman dari militer Amerika.
Kantor berita IRIB melaporkan enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran, tujuh ledakan terdengar di kota Sirik, dan lebih banyak lagi ledakan terdengar di kota pelabuhan utama Bandar Abbas. (adm)











