FAKTANASIONAL.NET – Upaya penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten telah memasuki hari ketujuh pada Selasa (7/6).
Operasi pemadaman yang melibatkan tim gabungan lintas instansi ini mencatatkan progres penanganan yang telah mencapai angka 49 persen.
Langkah taktis terus diakomodasi untuk melokalisasi dan memadamkan titik api melalui pergerakan operasi jalur darat maupun udara.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja sama solid berbagai unsur di lapangan.
“Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini ada kemajuan-kemajuan. Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kita terus fokuskan untuk pendinginan,” ujar Djohan.
BNPB terpaksa mengerahkan armada helikopter untuk mengatasi kendala medan berat yang sulit diakses oleh petugas.
Langkah udara ini diambil karena banyak titik api yang berlokasi di tebing curam dan tidak terjangkau oleh selang armada pemadam darat.
“Kendala-kendala kita sudah mendatangkan empat helikopter water bombing untuk menanggulangi sektor-sektor yang tidak bisa disentuh oleh pemadam kebakaran. Jadi kita siram melalui udara,” jelas Djohan.
Tim pemadam di sektor darat juga telah membuat akses jalan terobosan baru di sisi utara dan selatan area.
Pembuatan akses ini bertujuan mempermudah pergerakan mobil pemadam di tengah gunungan material sisa.
Petugas menyiasati area ketinggian dengan membangun sejumlah embung penampungan air yang disalurkan melalui enam hingga delapan lajur selang pemadam.
Tim lapangan juga turut menyuntikkan cairan kimia khusus ke dalam tumpukan agar bara api cepat mereda.
Strategi ofensif dari dua lini ini dinilai sangat efektif untuk mengepung penyebaran kasus kebakaran TPA Jatiwaringin secara masif.
Djohan menegaskan bahwa sinkronisasi kerja antara tim darat dan tim udara menjadi kunci utama keberhasilan fase pendinginan area.
“Dari bawah ini kita berjalan, dari atas pun disiram juga untuk pendinginan mematikan api ini,” tuturnya.
Tim gabungan kini terus bersiaga melakukan penyiraman air secara konstan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali berkobar.
(*Red)











