Fakta Nasional

Biodata Jampidsus Febrie Adriansyah Dirubah "Koruptor" di Wikipedia, Siapa Sosok Sebenarnya?

FAKTANASIONAL.NET - Dunia maya sempat dihebohkan dengan perubahan tidak wajar pada laman Wikipedia milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Dilansir dari Trito, profil pejabat Kejaksaan Agung tersebut sempat…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 10 July 2026 📖 1 menit
Biodata Jampidsus Febrie Adriansyah Dirubah "Koruptor" di Wikipedia, Siapa Sosok Sebenarnya?
Biodata Jampidsus Febrie Adriansyah Dirubah "Koruptor" di Wikipedia, Siapa Sosok Sebenarnya?/(Foto: Trito.id)

FAKTANASIONAL.NET - Dunia maya sempat dihebohkan dengan perubahan tidak wajar pada laman Wikipedia milik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Dilansir dari Trito, profil pejabat Kejaksaan Agung tersebut sempat disunting oknum tak bertanggung jawab dengan label "pengkhianat bangsa dan koruptor Indonesia" pada Kamis (9/7/2026).

Insiden ini terjadi di tengah sorotan tajam publik terhadap Jampidsus. Sebelumnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya dikabarkan melakukan serangkaian penyelidikan terkait dugaan korupsi di beberapa perusahaan pelat merah.

Bahkan, rumah Febrie sempat dilaporkan mendapat penjagaan ketat dari personel TNI, menambah spekulasi liar di masyarakat. Perubahan profil di Wikipedia tersebut memuat fitnah bahwa ia terlibat dalam berbagai perkara besar seperti kasus Jiwasraya, Asabri, hingga proyek BTS Kominfo.

Terlepas dari kegaduhan tersebut, Febrie Adriansyah memiliki riwayat karier yang panjang di Korps Adhyaksa. Lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968, ia menghabiskan masa pendidikan hingga gelar Sarjana Hukum di Universitas Jambi.

Perjalanan akademisnya berlanjut hingga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga dengan disertasi yang berfokus pada penyitaan aset tindak pidana pencucian uang.

Memulai pengabdian pada tahun 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Febrie perlahan meniti karier strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, hingga Kepala Kejati NTT.

Puncaknya, ia dilantik sebagai Jampidsus pada Januari 2022. Selama masa jabatannya, ia memimpin pengungkapan kasus-kasus kakap, termasuk mega skandal korupsi tata niaga timah di PT Timah dan kasus gratifikasi Pinangki Sirna Malasari.

Meskipun memiliki segudang penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian panjangnya, karier Febrie tidak lepas dari tantangan.

Pada 2025, ia sempat dilaporkan ke KPK oleh Koalisi Sipil Masyarakat Antikorupsi atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Hingga kini, pihak berwenang terus mendalami situasi terkini yang menyelimuti sang Jampidsus di tengah narasi simpang siur yang beredar di publik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK