Bukan Untukmu Bertahta Kembali Wahai Kekasih

Bukan Untukmu Bertahtah Kembali Wahai Kekasih

Jika suatu hari kau kembali hadir dalam hidupku, maka itu harus menjadi awal dari hubungan yang lebih dewasa, bukan pengulangan kisah yang pernah menghancurkan.

Jangan salah mengartikan maaf sebagai kelemahan. Jangan pula mengira kesempatan kedua adalah izin untuk mengulang kesalahan yang sama.

Aku memaafkan karena aku ingin hidup tenang, bukan karena aku lupa bagaimana rasanya terluka.

Hari ini aku mencintaimu dengan cara yang berbeda. Aku tetap bisa menyayangimu tanpa kehilangan diriku sendiri. Aku tetap bisa menggenggam tanganmu tanpa harus mengorbankan harga diriku.

Sebab cinta yang benar tidak pernah meminta seseorang menyerahkan seluruh hidupnya demi orang lain.

Jika kau ingin tetap tinggal, tinggallah sebagai seseorang yang menghargai, bukan menguasai. Karena aku menerima cintamu kembali bukan untuk membuatmu bertahta lagi atas kehidupanku.

Aku menerimamu hanya jika kita sama-sama belajar bahwa cinta bukan tentang memiliki kekuasaan, melainkan tentang saling menghormati dan saling memilih setiap hari.

Sebab pada akhirnya, aku telah menjadi penguasa atas hidupku sendiri. Dan tidak akan pernah lagi kuberikan mahkota itu kepada siapa pun.[dit]