“Karena sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali dan membutuhkan anggaran yang besar, maka data yang dihasilkan harus benar-benar akurat,” tegas Amalia sembari mengapresiasi dukungan Pemprov Bali yang sigap menerbitkan surat edaran dukungan hingga tingkat kabupaten/kota.
Respons Gubernur Bali: Target Akhir Juli Tembus 60%
Menanggapi keterbukaan akses data real-time yang diberikan oleh BPS, Gubernur Bali Wayan Koster menyambutnya dengan sangat positif.
Dirinya berkomitmen akan memanfaatkan fasilitas digital tersebut secara maksimal demi mengawal jalannya pengumpulan data ekonomi di Pulau Dewata.
“Saya akan memantau langsung, nanti aksesnya diberikan BPS. Saya minta akhir Juli Bali sudah 60 persen,” kata Koster optimis.
Koster menegaskan, integrasi serta percepatan sensus ini teramat krusial. Hasil akhir dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi kompas dan pijakan basis data yang sangat vital bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, sekaligus menambal celah keterbatasan data ekonomi yang selama ini kerap dihadapi daerah.
Baca Juga: Sisir Potensi Usaha Warga BPS Turunkan Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Mempawah











