Rupiah Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi ke level Rp18.129 per dolar AS akibat imbas memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah./Foto : Istimewa

FAKTANASIONAL.NET – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi.

Mata uang Garuda bertengger di level Rp18.129 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga tertahan di zona merah. Yuan China terpantau turun 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,24 persen, dan dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia lainnya berhasil mencatatkan penguatan tipis terhadap dolar AS.

Baca Juga: RANS Raup Dana IPO 429 Miliar Rupiah, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir

Won Korea Selatan terapresiasi 0,23 persen, disusul yen Jepang dan dolar Hong Kong yang masing-masing menguat tipis 0,01 persen.

Berbeda dengan kondisi di Asia, mata uang utama negara-negara maju kompak bergerak menguat terhadap dolar AS.

Euro Eropa tercatat naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,05 persen, dolar Australia terapresiasi 0,03 persen, dolar Kanada naik 0,02 persen, dan franc Swiss menguat 0,05 persen.

Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu Tekanan

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah masih akan menghadapi tekanan sepanjang hari ini.

Sentimen negatif utamanya dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berimbas pada kenaikan harga minyak mentah dunia serta penguatan indeks dolar AS (DXY).