Danantara Dorong Integrasi Hilirisasi Mineral Kritis Lewat Kolaborasi BUMN

Kerja sama ini ditujukan untuk mengamankan pasokan bahan baku industri strategis domestik./Dok. infobanknews

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara) mendorong optimalisasi pengolahan mineral strategis di dalam negeri guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok material maju (advanced materials) global.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan hilirisasi mineral kritis (critical minerals downstreaming) antara MIND ID, PT Len Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas.

Melalui kerja sama tersebut, keempat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berkomitmen mengoptimalkan pasokan mineral kritis untuk memenuhi kebutuhan industri strategis nasional, seperti sektor pertahanan, penerbangan, energi bersih, serta ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga: Target Rampung Akhir 2026, Danantara dan BP BUMN Bakal Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

Penguatan sektor pertengahan (middle stream) dinilai krusial dalam transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang telah berlangsung puluhan tahun harus segera dihentikan agar nilai tambah kekayaan alam dapat dinikmati sepenuhnya di dalam negeri.

“Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan tersebut menjadi fondasi teknologi masa depan. Namun, selama puluhan tahun, kita terlalu sering berhenti pada tahap ekstraksi dan mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali-kali lipat,” tegas Rosan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu, Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menekankan pentingnya membangun ekosistem industri yang terintegrasi dan mandiri agar mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, kepemilikan cadangan mineral yang melimpah tidak akan optimal tanpa adanya kemampuan pengolahan domestik yang solid.