“Pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional. Keunggulan kita bukan hanya pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri bernilai tambah tinggi,” jelas Sigit.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga logam tanah jarang (rare earth) diharapkan dapat diolah secara terintegrasi guna mendukung kemandirian industri strategis nasional.
Baca Juga: 240 Entitas BUMN Dikurangi Pemerintah, Danantara: Bangun Struktur Perusahaan Lebih Efisien dan Sehat
