Mengenai apakah kebijakan efisiensi ini akan menurunkan biaya haji, Menhaj menyatakan bahwa mekanisme perhitungan biaya haji memiliki jalur tersendiri, namun ia optimistis kebijakan ini akan membawa dampak positif bagi jemaah di masa depan.
Di sisi lain, Menteri Transportasi Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, mengungkapkan bahwa negaranya juga tengah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Indonesia, Dudy Purwagandhi.
Pembicaraan mencakup peningkatan frekuensi penerbangan oleh maskapai Saudia dan Riyadh Air, yang rencananya akan membuka rute ke Jakarta dalam beberapa bulan mendatang.
Selain sektor udara, Saudi terus berinvestasi pada infrastruktur pendukung, seperti Kereta Cepat Haramain dan perluasan kawasan Jamarat.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan yang lebih baik bagi kelompok jemaah Indonesia yang tercatat sebagai salah satu jemaah terbanyak setiap musimnya.[dit]











