Eksploitasi Jaringan Lama, Iran Dilaporkan Lacak Lokasi Ponsel Tentara AS Lewat Serangan Siber

Laporan terbaru menunjukkan peretas Iran mengeksploitasi protokol jaringan telekomunikasi lama SS7 untuk melacak lokasi ponsel prajurit AS di wilayah konflik tersebut./Foto ilustrasi 3M Magazine.

“Dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama konflik ini, Iran menjadi sangat kreatif. Bagi saya, ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat kecanggihan,” papar Shah.

Shah menambahkan, eksploitasi celah SS7 untuk memata-matai target sebenarnya bukan barang baru dan kerap digunakan oleh peretas asal Rusia serta China.

Pada tahun lalu, perusahaan keamanan siber asal Swedia, Enea, juga menemukan firma pengawasan di Timur Tengah yang menggunakan metode serupa untuk membuntuti pengguna ponsel tertentu.

Respons Dingin CENTCOM di Tengah Sorotan Kongres

Meluasnya ancaman spionase digital ini memicu gelombang kekhawatiran di Kongres AS.

Sejumlah anggota parlemen mengkritik Kementerian Pertahanan AS yang dinilai belum maksimal dalam memproteksi pasukannya dari kerentanan siber di Timur Tengah.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada April lalu sebenarnya sempat mengakui adanya laporan ancaman terkait eksploitasi data lokasi komersial oleh pihak lawan untuk menargetkan tentara mereka.

Namun, otoritas militer AS terkesan menutup rapat informasi teknis mengenai serangan terbaru ini.

Saat dimintai konfirmasi mengenai temuan pelacakan berbasis celah SS7 oleh Iran pada Selasa (14/7), juru bicara CENTCOM enggan memberikan detail pertahanan mereka.

“Belum mengetahui laporan tersebut,” dalih juru bicara CENTCOM, yang juga menolak membeberkan langkah-langkah mitigasi taktis militer AS dalam membendung kejahatan siber Iran.

Kendati kapabilitas siber Teheran secara umum masih diposisikan di bawah Rusia dan China, agresivitas peretas Iran terbukti konsisten menjadi ancaman nyata bagi keamanan domestik maupun luar negeri AS.

Sebagai catatan, pada Februari lalu, kelompok siber yang berafiliasi dengan intelijen Iran sukses mengklaim tanggung jawab atas peretasan dan penyebaran dokumen serta foto-foto pribadi milik Direktur FBI, Kash Patel.

Baca Juga: Amerika Serikat Serang Jembatan dan Kereta Api Iran, Jalur Logistik Perdagangan ke China dan Rusia