Dubes juga menyampaikan Maroko memiliki salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9 yang dibangun oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri. “Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar disana, terutama di bidang studi Islam dan Arab,” jelasnya.
Megawati menyebut Maroko termasuk negara yang relatif terbuka. “Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika,” kata Megawati.
Ditambahkannya, setiap tahun Maroko memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.
Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika dapat berkumpul kembali dan bisa berperan sebagai kekuatan dunia ketiga. “Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika,” harap Megawati.
Masih dalam suasana Piala Dunia, Dubes Maroko juga menjelaskan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia di tahun 2030 mendatang. Kedua tokoh juga berbincang mengenai green energy, dampak global warming, food security dan topik hangat yang lain.
Di akhir kunjungannya, Dubes Maroko pun menyerahkan sebuah bingkai yang memuat foto kunjungan Soekarno ke Maroko.
Megawati tampak terharu atas pemberian itu dan mengucapkan apresiasinya kepada Dubes Maroko.
Dalam pertemuan dengan Dubes Maroko, Megawati didampingi Ketua DPP Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly serta serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.











