Presiden Suriah Buka Peluang Kesepakatan Keamanan dengan Israel

Presiden Suriah/(Foto: APF)

Sejak itu, militer Israel bergerak memasuki sejumlah wilayah strategis di Suriah, termasuk zona demiliterisasi dan sisi Suriah Gunung Hermon yang menghadap ke ibu kota Damaskus.

Israel juga terus melancarkan operasi militer, menahan sejumlah orang, serta mengklaim intervensinya dilakukan untuk melindungi komunitas minoritas Druze di Suriah barat daya.

Pernyataan Sharaa bertepatan dengan kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ke Suriah.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari CNN Indonesia, Guterres menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah.

Sharaa juga tercatat sebagai presiden Suriah pertama sejak 1967 yang menghadiri Sidang Umum PBB di New York pada tahun lalu.

Pemerintahannya kini berupaya memulihkan hubungan internasional sekaligus membangkitkan perekonomian nasional setelah hampir 14 tahun perang dan puluhan tahun isolasi diplomatik.[dit]