FAKTANASIONAL.NET – Taiwan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi konflik dengan China melalui simulasi perang berskala besar yang dijadwalkan berlangsung pada 5–14 Agustus 2026.
Salah satu skenario utama yang akan diuji adalah pemindahan fasilitas produksi persenjataan serta pengalihfungsian pabrik-pabrik sipil untuk mendukung kebutuhan militer apabila pusat logistik pertahanan diserang.
Dikutip dari CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, Selasa (28 Juli 2026), latihan tahunan Han Kuang dirancang untuk mengantisipasi kemungkinan Beijing memanfaatkan latihan militer rutin sebagai kedok sebelum melancarkan invasi ke Taiwan.
“Latihan ini mengasumsikan pasukan China menggunakan latihan militer gabungan tahunan rutin sebagai kedok untuk pelatihan pendaratan skala besar, menyembunyikan rencana menyerang Taiwan sembari menyelesaikan persiapan penyerangan akhir,” ujar Kepala Divisi Operasi Gabungan Kementerian Pertahanan Taiwan, Mayor Jenderal Lu Wen-yuan, dikutip dari Reuters melalui CNBC Indonesia.
Pemerintah Taipei juga akan mensimulasikan relokasi 202nd Arsenal milik Biro Persenjataan dari Taipei dalam kondisi darurat, sekaligus mengonsolidasikan industri sipil agar mampu menjaga produksi perlengkapan militer tetap berjalan.











