“Mudah-mudahan pekan ini selesai tata kelolanya agar semua bisa memiliki pegangan yang sama,” kata Zulkifli.
Selain tata niaga energi bersubsidi, KDKMP diproyeksikan memangkas jalur distribusi sektor pertanian dari delapan tingkatan menjadi tiga tingkatan, yakni dari petani ke koperasi dan langsung ke konsumen akhir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, kalkulasi pemerintah pada sembilan komoditas utama menunjukkan keuntungan perantara (middleman) selama ini mencapai Rp313 triliun.
Pemangkasan rantai pasok ini diyakini mengalihkan potensi keuntungan langsung ke tingkat petani dan perdesaan.
“Katakanlah koperasi mendapat Rp 50 triliun saja. Artinya, ada Rp 263 triliun yang bisa dinikmati petani,” jelas Amran.
Amran menambahkan, integrator perdesaan ini juga akan mempermudah akses dan pendaftaran distribusi pupuk bagi petani di tingkat desa.
“Jadi, pupuk nanti tidak lagi jauh dari petani karena tersedia di desa melalui koperasi yang menyalurkannya,” terangnya.
Melalui penguatan fungsi ini, integrasi KDKMP diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi perdesaan, menekan biaya perantara, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Puluhan UMKM Singkawang Terima Bantuan Keramik Lantai Guna Tingkatkan Kualitas Produksi










