Sementara itu, perkembangan lain di kawasan turut memperburuk ketegangan. Militer Amerika Serikat menyatakan telah melakukan serangan udara bersama Arab Saudi terhadap kelompok-kelompok yang disebut bersekutu dengan Iran di Irak.
Washington menuduh kelompok tersebut menyerang personel militer AS dan infrastruktur energi Arab Saudi atas arahan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Pemerintah Arab Saudi juga mengonfirmasi operasi gabungan tersebut.
Riyadh menyebut aksi militer itu sebagai bentuk “pertahanan diri” setelah fasilitas minyaknya menjadi sasaran serangan drone.
Langkah Iran membeli ratusan sistem pertahanan udara dari China diperkirakan akan semakin meningkatkan dinamika keamanan di Timur Tengah, di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung antara sejumlah kekuatan regional maupun internasional.[dit]











