Menurutnya, SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan secara menyeluruh mulai dari edukasi, skrining, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem pelayanan terpadu.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan kanker yang terintegrasi sehingga pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, setiap pasien akan ditangani melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai dokter spesialis agar terapi yang diberikan sesuai dengan jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi klinis masing-masing pasien.
Ke depan, SWICC juga menargetkan penguatan jejaring layanan kanker di berbagai daerah serta meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Dengan semakin luasnya deteksi dini, kami berharap jumlah pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut dapat terus ditekan sehingga peluang kesembuhan dan harapan hidup pasien kanker di Indonesia semakin meningkat,” pungkas Eddy.
Sedangkan Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani MARS, CRMP, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring antar tenaga medis.
“Kami ingin memastikan penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan berbasis perkembangan ilmu terbaru,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan satu tahun, SWICC juga menjalankan program 500 skrining kanker gratis bagi masyarakat. Program ini mencakup pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat sebagai upaya memperluas akses deteksi dini.Kampanye edukasi bertajuk “Stronger in Awareness, Together in Detection” turut digencarkan melalui webinar nasional dan seminar kesehatan.
“Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker. SWICC yang berada di bawah naungan Sentra Medika Hospital Group merupakan pusat layanan kanker terpadu pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok,” ujar Ronaningtyas Maharani.[Sel]








