Rupiah Melemah Jelang Rilis PDB Kuartal II-2026, Bayang-Bayang Geopolitik Ikut Tekan Pasar

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp18.027 per dolar AS seiring sikap wait and see pelaku pasar menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026./Dok. mandiriamalinsani.or.id

“Ini artinya cadangan devisa RI telah turun hingga mencapai 11 miliar dolar AS,” kata Ibrahim.

Dari sisi eksternal, indeks dolar AS mendapatkan dorongan penguatan akibat eskalasi isu geopolitik di Timur Tengah dan kesimpangsiuran wacana diplomasi.

“Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu menyatakan bahwa ia menunda serangan baru terhadap Iran sembari menunggu perundingan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan sengketa terkait kendali atas Selat Hormuz yang strategis,” kata Ibrahim.

Namun, kepastian perundingan tersebut langsung disanggah oleh pihak Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei segera menepis klaim Trump tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS maupun pertemuan yang dijadwalkan.

Melihat kalkulasi faktor internal dan eksternal tersebut, Rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada sesi perdagangan berikutnya.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.030-Rp18.080,” tandas Ibrahim.