BPS Catat Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, yang ditopang sektor manufaktur dan konsumsi masyarakat./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan tingkat pengangguran di Indonesia. Jumlah penganggur menyusut sebanyak 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang per Mei 2026 jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2026.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, atau mengalami kenaikan sebanyak 497 ribu orang. Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat terserap di dunia kerja, sedangkan sisanya belum mendapatkan pekerjaan.

“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Sebaran Demografi dan Struktur Pekerja

BPS mencatat porsi pengangguran terbesar berada di area perkotaan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 5,54 persen, sementara di wilayah perdesaan tercatat hanya sebesar 3,15 persen.

Berdasarkan jenis kelamin, rasio pengangguran laki-laki berada di angka 4,85 persen dan perempuan sebesar 4,32 persen.

Di sisi lain, dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja, BPS merinci kualitas penyerapan tenaga kerja ke dalam beberapa kategori status pekerjaan: