Sejumlah institusi strategis turut ambil bagian sebagai narasumber, di antaranya Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perindustrian RI, Cellcure by Dr. Terawan, serta berbagai organisasi profesi kesehatan.
Salah satu agenda unggulan adalah Workshop Nasional “In-Depth XN-L Series Hematology Analyzer User Training Class”, hasil kolaborasi PT Sysmex Indonesia bersama Lembaga Diklat PATELKI–LPPP Laboratorium Medik Utama Tahun 2026. Program ini memberikan pelatihan teknis kepada tenaga laboratorium untuk meningkatkan kompetensi dalam penggunaan teknologi hematologi terkini.
“Pameran juga menghadirkan kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gigi gratis di booth Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Selain itu, PDGI menggelar talkshow dan webinar yang diikuti sekitar 170 dokter gigi sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi sekaligus memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP),” terang Duad.
Rangkaian acara semakin lengkap dengan sesi Home of Authentic Shaolin Traumatology bersama Dr. Anthony Toh dari Singapura serta presentasi ilmiah dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran yang membahas perkembangan terbaru dalam dunia kesehatan dan kedokteran gigi.
Untuk mendorong pertumbuhan industri, Krista Exhibitions juga menghadirkan program Business Matching dan Hosted Buyers yang mempertemukan produsen alat kesehatan, distributor, pemilik merek, rumah sakit, investor, hingga jaringan ritel modern. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang kemitraan strategis, memperluas distribusi produk, sekaligus meningkatkan investasi di sektor alat kesehatan nasional.
Melalui penyelenggaraan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, akademisi, dan tenaga kesehatan dalam mempercepat adopsi teknologi medis, memperkuat daya saing industri alat kesehatan nasional, serta mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia.
“Melalui ajang ini, pengunjung tidak hanya memperoleh akses terhadap inovasi teknologi kesehatan terbaru, tetapi juga kesempatan membangun jejaring bisnis dan kemitraan strategis untuk mendorong kemajuan industri alat kesehatan Indonesia,” pungkas Daud.[Sel]











