“Seminar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku industri untuk merumuskan strategi memperkuat sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan rantai pasok yang lebih kuat,” ungkap Daud.
Sementara itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengangkat tema “Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global.” Forum yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama APRISINDO tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses ekspor produk Indonesia.
Suasana pameran semakin semarak dengan penyelenggaraan The Fashion Show yang menampilkan karya-karya terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Selain itu, program Networking Cocktail Dinner menjadi bagian penting dari Business Matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, dan mitra industri dari dalam maupun luar negeri.
Networking tersebut melibatkan berbagai asosiasi nasional seperti APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia), APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia), APKI (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), serta APGAI (Asosiasi Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia). Kehadiran buyer internasional diharapkan mampu membuka peluang transaksi bisnis, investasi, dan kemitraan jangka panjang bagi pelaku industri nasional.
Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional dalam mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia di pasar global.
“ILF Expo dan IGT Expo 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk menemukan inovasi, teknologi, dan peluang bisnis terbaru dalam mendukung kemajuan manufaktur Indonesia menuju pasar internasional,” pungkas Daud.[sel]











