Hensa mengapresasi kepada setiap narasumber pada siniarnya dan memastikan pemberian ini bukan berupa uang tunai, tapi sekadar kue (cookies) atau buah-buahan.
“Tidak, saya jawab dua. Satu, saya tidak pernah kasih uang (ke Prof. Ferry). Karena keterbatasan, namanya kan saya dosen. Keterbatasan kita. Jadi kita kasih dia, semua narasumber saya itu pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Saya ingat saya waktu itu, Prof. Ferry saya kasih cookies, itu paling Rp150 ribu,” ujarnya.
Pemanggilan itu merupakan rutinitas institusi yang patut dihormati dan tidak perlu dijadikan beban selama tidak ada hal yang disembunyikan.
“Nah itu yang saya hindari, makanya saya datang. Tugas pajaknya juga hanya menjalankan kewajiban, kita datang saja,” ujarnya. (adm)











