“Jadikan program ini sebagai wadah untuk mengasah kepemimpinan, kepekaan sosial, dan keterampilan berpikir kritis. Kami yakin riset dan inovasi yang ada di kampus akan memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” pangkas Eratodi.
Rektor Unizar Mataram, Muh. Ansyar, turut mengapresiasi penunjukan kampusnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, agenda ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat iklim pengabdian masyarakat berbasis riset di NTB.
“Kami menyambut baik kehadiran Program Aksara Mahasiswa di Mataram. Program ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan, pemikiran inovatif, serta kepedulian sosial ke dalam karya yang terstruktur dan memberikan dampak nyata,” ungkap Muh. Ansyar.
Sejumlah peserta memberikan respons positif atas pelatihan ini.
Dian Aprilia dari Unizar dan Qaiz Ainurrahmadika dari Akademi Bisnis Lombok menilai bimtek tersebut berhasil membuka perspektif baru mengenai pentingnya merancang program pengabdian yang berdampak panjang dan kolaboratif.
Melalui integrasi peran antara kampus, pemerintah daerah, serta masyarakat, Kemdiktisaintek optimistis pelaksanaan Program Aksara Mahasiswa 2026 dapat melahirkan solusi nyata yang relevan dan memberikan kemanfaatan langsung.
Baca Juga: Danantara dan Kemdiktisaintek Susun Strategi Akselerasi Ekosistem Semikonduktor Nasional











