Sedangkan yang membanggakan saya adalah, keduanya, sebetulnya menghapus hipotesis yang selama ini sering muncul bahwa tidak ada lagi tokoh-tokoh hebat yang berasal dari Sumatera Barat atau orang Minangkabau seperti dulunya. Hasan Nasbi dan Feri Amsari setidaknya membantah itu. Keduanya masih muda pula. Belum lagi kalau dideretkan tokoh-tokoh Minangkabau lainnya. Pasti masih banyak di bidangnya masing-masing.
Saya ingin sebut satu tokoh lagi saja. Yakni, Febri Diansyah (43 tahun) yang saat ini menjadi kuasa hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Oh, Febri Diansyah kan pengacara koruptor? Ingat, pengacara koruptor tidak bisa otomatis dicap adalah koruptor.
Tokoh Minangkabau sejak dulu memang beragam karakter, bahkan beragam ideologi juga. Mulai dari yang sosialis hingga islamis, termasuk juga nasionalis, semuanya ada. Tokoh ada pun banyak.. Jadi, Hasan Nasbi, Feri Amsari, dan Febri Diansyah, yang berbeda tempat berdiri saat ini, itu bukanlah hal yang aneh. Biasa saja.
Yang aneh, kenapa debat di antara keduanya kurang seru? Kalau berdebat dengan Hasan Nasbi saja, karakter Feri Amsari tidak keluar, bagaimana pula Feri Amsari akan berdebat dengan Febri Diansyah? Jangan-jangan, kalau berdebat dengan Febri Diansyah, Feri Amsari akan kesulitan atau malah banyak sependapat dengan Febri, karena keduanya adalah konco palangkin (teman dekat).
Penulis: Erizal
Sumber: FB @Erizal.Sastra











