Daerah  

8 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur Masih Pemulihan Base Transceiver Station, Kemkomdigi: Sesuai Kondisi dari Gangguan

Kemkomdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau perkembangan kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak.

Pemantauan difokuskan pada percepatan pemulihan 111 site/BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.

“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan,” tuturnya.

“Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.”

Meutya Hafid juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana.

Sejumlah wilayah yang layanan telekomunikasinya terdampak karena gempa, tiga kabupaten saat ini telah pulih sepenuhnya yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Sementara itu delapan kabupaten masih memiliki site/BTS dalam proses pemulihan dengan rincian:

Manggarai Timur: tersisa 32 site/BTS, tingkat pemulihan 57,33%;
Manggarai: tersisa 27 site/BTS, tingkat pemulihan 82,35%;
⁠Nagekeo: tersisa 19 site/BTS, tingkat pemulihan 76,25%;
⁠Ende: tersisa 11 site/BTS, tingkat pemulihan 89,52%;
Ngada: tersisa 10 site/BTS, tingkat pemulihan 87,18%;
Sikka: tersisa 7 site/BTS, tingkat pemulihan 94,07%;
Manggarai Barat: tersisa 4 site/BTS, tingkat pemulihan 96,36%; dan
⁠Flores Timur: tersisa 1 site/BTS, tingkat pemulihan 97,56%. (adm)