Berdasarkan laporan yang diterima kerusakan bangunan mengalami peningkatan dibanding laporan situasi sebelumnya pada 15 Agustus 2026 sebesar 1.639 rumah rusak. Jadi, selama dua hari jumlah tersebut naik empat kali lipat lebih.
Mahadin Sibarani mengemukakan peningkatan jumlah kerusakan tidak terlepas dari proses pendataan yang makin luas di wilayah terdampak. Hal ini termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya. (adm)








