Kerusakan tercatat di beberapa fasilitas. Bandara Komodo mengalami kerusakan plafon, fire station, dinding gedung administrasi, serta retakan pada Taxiway A. Bandara H. Hasan Aroeboesman juga mengalami kerusakan plafon dan retakan pada dinding serta struktur tower.
Sementara itu, Bandara Umbu Mehang Kunda mengalami kerusakan partisi kaca terminal. Bandara Frans Sales Lega terdampak pada arsitektur terminal, plafon, dinding PKP-PK, dan tower. Kerusakan ringan juga ditemukan di Bandara Fransiskus Xaverius Seda.
Di Bandara Soa Bajawa, kerusakan mencakup plafon, kaca terminal, dinding, kolom bangunan, hingga retakan memanjang pada runway.
Lukman menegaskan mitigasi dilakukan melalui pembatasan akses, pembersihan material, pemeriksaan struktur, serta penggunaan perangkat komunikasi alternatif.
“Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama,” ujar Lukman.
Maskapai juga diberi kewenangan menyesuaikan penerbangan berdasarkan kondisi lapangan. Kemenhub bersama AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta koordinasi pascagempa.[dit]











