Turki menilai Netanyahu bertanggung jawab atas tindakan yang dikategorikan sebagai genosida terhadap warga Palestina. Sikap tersebut juga berkaitan dengan operasi militer Israel di Gaza yang telah menimbulkan korban besar di kalangan warga Palestina.
Dengan rencana red notice tersebut, Turki ingin mempersempit ruang gerak Netanyahu saat bepergian ke negara-negara yang bekerja sama dengan Interpol.
Ankara selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang vokal mengkritik tindakan Israel di Gaza. Turki juga menyerukan pertanggungjawaban bagi pihak yang dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga Palestina.
Netanyahu merespons langkah tersebut dengan kritik keras. Kantornya menyebut sikap Turki sebagai bentuk “kemunafikan” dan mengatakan Israel tidak terkesan dengan upaya Ankara.
“Israel sudah lama tidak terkesan dengan kemunafikan Turki. Erdogan adalah seorang diktator antisemit yang membantai warga Kurdi, mendukung pembantaian yang dilakukan organisasi teroris Hamas, dan menindas rakyatnya sendiri,” kata kantor Netanyahu dalam pernyataan pada Jumat (21/8), dikutip CNN Indonesia, Minggu (23/8).[dit]











