“Kemenkes dan Pemda Kalbar perlu melakukan kordinasi untuk penanganan kasus ISPA yang melanda warga Kalbar dengan penyediaan tenaga medis, tenaga kesehatan dan rumah sakit serta bantuan masker untuk warga serta rumah oksigen,” ucapnya.
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia dinilai membutuhkan perlindungan khusus. Jika karhutla semakin parah, Yahya bahkan meminta pemerintah mempertimbangkan penetapan kejadian luar biasa (KLB).
Komisi IX DPR dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke wilayah terdampak pada 4-5 September 2026.
Sementara itu, Dinkes Kalbar mencatat 165.727 kasus ISPA selama 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.
Kepala Dinkes Kalbar, dr Erna Yulianti, menyebut tren peningkatan mulai terlihat sejak minggu ke-21 atau akhir Mei dan berlanjut hingga pertengahan Agustus.
“Dari periode 1 Januari sampai 22 Agustus 2026 tercatat sebanyak 165.727 kasus ISPA yang dilaporkan melalui sistem alert kami,” kata Erna, dilansir detikKalimantan, Sabtu (29/8).[dit]











