FAKTANASIONAL.NET – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkap proses awal munculnya tambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah.
Kesaksian itu disampaikan dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 10 September 2026.
Dikutip dari tirto pada Jumat, 11 September 2026, Dito menyebut permintaan tambahan kuota tersebut pertama kali disampaikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara spontan ketika menghadiri jamuan makan siang bersama Raja Arab Saudi pada akhir 2023.
Menurut Dito, isu haji bukan agenda utama dalam pertemuan tersebut. Pembahasan awal lebih banyak berkaitan dengan kerja sama lintas sektor, seperti olahraga, perdagangan, energi, terorisme, dan badan halal.
“Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai yang ada kerja sama dengan diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Salah satunya ada olahraga, ada perdagangan, energi, dan kalau tidak salah terorisme juga, dan badan halal juga. Jadi menteri yang ikut yang memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri,” ujar Dito.
Dito menjelaskan pembicaraan mengenai haji baru muncul menjelang berakhirnya jamuan makan siang. Saat itu, Raja Arab Saudi menanyakan poin konkret yang menjadi fokus kedua pemimpin negara.
“Sebenarnya untuk (pembahasan) spesifik tidak ada, itu terjadi pada saat makan siang pada saat agenda terakhir,” jelas Dito.
Ketika ditanya apakah Jokowi sudah berdiskusi sebelumnya mengenai rencana meminta tambahan kuota, Dito menjawab singkat, “Spontan saja.”
