Opini  

Danantara Diduga Biang Kerok Disepaknya Purbaya dari Istana

Purbaya Dicopot Saat Masih Rapat Sebagai Menkeu dengan DPR RI/Instagram

Bhima juga menyoroti konflik dividen Danantara Rp120 triliun, efisiensi anggaran terkait MBG, dan pengalihan beban utang Whoosh yang akhirnya bersinggungan dengan Kemenkeu.

Defiyan Cori ikut mengkritik gaya Purbaya soal Whoosh. Pernyataan spontan tanpa analisis mendalam, menurutnya, dapat mengganggu kepercayaan.

Namun tidak semua ekonom menganggap Purbaya gagal total. Syafruddin Karimi lebih moderat. Pergantian itu bisa saja merupakan keputusan politik Presiden untuk mengubah pola koordinasi menghadapi tekanan fiskal. Apalagi sejumlah indikator ekonomi tetap positif, pertumbuhan semester I sekitar 5,45 persen dan penerimaan negara meningkat.

Apakah Danantara benar-benar biang kerok? Belum tentu. Tetapi kalau teori netizen benar, kita sedang menyaksikan drama ekonomi paling absurd. Dana Rp120 triliun bisa menjadi tokoh utama, Whoosh menjadi pemeran pendukung, MBG masuk subplot, dan seorang menteri bisa berubah status hanya dalam hitungan jam.

Sisanya? Publik tinggal menunggu episode berikutnya. Karena dalam politik, kadang paling mahal bukan tiket kereta cepat. Melainkan kursi tiba-tiba berhenti menjadi milik kita.

“Bang, kasihan si akang Purbaya. Tapi, bila ia jadi oposisi, keren tu bang, apalagi masuk parpol yang berseberangan dengan pemerintah, widih bakal jadi koboi jenggo.”

“Ah, tak mungkin, wak. Purbaya anak baik, paling senyum aja agar tetap aman.” Ups.

Penulis: Jamani