Selain sasaran fisik tersebut, tambah dia, sejumlah kegiatan nonfisik juga disiapkan diantaranya pengobatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), penyuluhan UMKM dan pertanian, penyuluhan Kamtibmas dan bahaya narkoba, penyuluhan perkawinan dan perceraian, edukasi stunting, dan Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
“Peru diketahui bahwa TMMD ini merupakan Operasi Bhakti TNI yang dilaksanakan untuk membantu mempercepat pembangunan daerah, membuka akses layanan dasar, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Pelaksanaan TMMD perlu disinergikan dengan program unggulan TNI AD termasuk penyediaan air bersih, ketahanan pangan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan MCK, percepatan penurunan stunting, serta penghijauan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata dia.
Ia menegaskan keberhasilan dalam program TMMD tersebut sangat ditentukan oleh sinergi yang kokoh antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan yang paling khusus adalah partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, lanjut dia, dalam program yang akan berjalan tersenut masyarakat harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga tahap akhir.
“TMMD diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat Kemanunggalan TNI dan rakyat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TMMD mendatang diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan layanan dasar sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut,” katanya.








