Ia menilai kekhawatiran masyarakat mengenai program tersebut merupakan persoalan nyata yang perlu didengar.
“Suara jernih kritikan itu NYATA. Anak-anak keracunan MBG itu NYATA. Korupsi di BGN itu NYATA. Itu semua NYATA, bukan BOT. Dengarkan kritikan rakyat dengan logika, akal sehat, hati nurani,” tegas Arief.
Pernyataan Arief muncul ketika pelaksanaan MBG masih menjadi perhatian publik.
Lembaga pengawas independen MBG Watch dan sejumlah koalisi sipil juga menyoroti kasus keracunan makanan yang menimpa murid sekolah, dugaan kontaminasi bakteri akibat lemahnya pengawasan higiene dapur pemasok, serta penanganan hukum terkait dugaan penyelewengan anggaran pengelolaan gizi.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga disebut sempat menyoroti meluasnya kasus keracunan MBG di berbagai wilayah dan perlunya pembenahan kebijakan secara mendasar.
Dengan demikian, perdebatan mengenai akun bot berlangsung bersamaan dengan kritik terhadap persoalan pelaksanaan program MBG di lapangan.[dit]










