Putin Peringatkan Dunia di Ambang Bahaya, Rusia Siap Kerahkan Senjata Nuklir demi Kaliningrad

Putin Peringatkan Dunia di Ambang Bahaya, Rusia Siap Kerahkan Senjata Nuklir demi Kaliningrad/Instagram

Putin juga menyebut Rusia menghadapi pihak yang secara keseluruhan memiliki kekuatan sekitar dua kali lipat, termasuk Prancis dan Inggris yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

Pernyataan itu muncul setelah NATO mengonfirmasi telah menerima nota diplomatik Rusia. Dokumen tersebut memperingatkan bahwa Moskow siap menggunakan senjata nuklir jika aliansi Barat berupaya memutus akses menuju Kaliningrad.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan aliansi telah merespons dengan menegaskan bahwa NATO bersifat defensif.

Ia juga menyebut ancaman nuklir tidak membantu meredakan ketegangan.

Putin memperingatkan bahwa rangkaian aksi dan tindakan balasan dalam konflik internasional dapat berkembang hingga mencapai titik yang sulit dikendalikan.

“Logika eskalasi dan tindakan balasan yang semakin keras mengarah pada titik kritis tanpa jalan kembali,” ujarnya. “Bisakah kita memastikan bahwa senjata-senjata ini tidak akan pernah digunakan? Tentu saja tidak. Kita harus mengingat hal ini dan menghindari kemungkinan tersebut.”

Putin menilai kesombongan serta kepercayaan diri berlebihan dapat mendorong negara-negara menuju “tepi jurang kehancuran”, khususnya ketika persenjataan yang dimiliki mampu menghancurkan kehidupan dalam skala besar.

Di sisi lain, ia mengatakan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah menyebabkan kerugian sekitar 1% dari produk domestik bruto (PDB) Rusia. Moskow, menurut Putin, kini melancarkan serangan balasan serupa.

Meski menganggap dukungan Barat terhadap serangan jarak jauh Ukraina sebagai ancaman, Putin menyatakan Rusia untuk saat ini tidak berencana menyerang pabrik-pabrik senjata di Eropa yang memasok kebutuhan militer Kyiv.

Peringatan tersebut kembali menyoroti risiko meningkatnya ketegangan Rusia dan Barat di tengah perang Ukraina, terutama ketika ancaman penggunaan senjata nuklir masuk dalam pernyataan terbuka para pemimpin.[dit]