“Pekerjaan yang hasil terbaiknya justru adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi. Tidak terjadi sengketa, tidak terjadi pelanggaran, tidak terjadi kerugian,” tutur Erry.
Sementara itu, Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim, melihat antusiasme yang tinggi dalam ajang tahun ini sebagai bukti nyata semakin luasnya cakupan pengaruh in-house counsel.
“Ini menunjukkan bahwa peran in-house counsel semakin luas dan semakin strategis,” kata Amrie, menyoroti keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan bisnis dan perumusan arah strategis perusahaan.
Menariknya, IHCA 2026 juga memperkenalkan kategori baru bertajuk Indonesia’s Best Legal Prevention Program, yang secara khusus mengapresiasi efektivitas mitigasi risiko sebelum masalah hukum berkembang menjadi krisis bisnis.
Penyelenggaraan IHCSA 2026 turut didukung oleh sejumlah kantor hukum terkemuka seperti Assegaf Hamzah & Partners, PwC Indonesia, hingga SIP Law Firm, serta puluhan institusi dan korporasi besar tanah air.
Melalui jejaring yang kuat di kawasan Asia Pasifik, forum ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan bisnis nasional. Menutup rangkaian diskusi, Seradesy Sumardi memberikan pesan pengingat bagi seluruh profesional hukum agar senantiasa adaptif menghadapi dinamika global:
“Complexity should not be the reason we stop moving. It should be the reason we become better navigators.” (sak)







