Sudaryono juga meminta dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemahaman mengenai mekanisme penyaluran dinilai penting agar masyarakat mengetahui bagaimana penerima manfaat memperoleh makanan bergizi sesuai ketentuan yang berlaku.
Respons melalui media sosial itu menjadi sarana komunikasi antara pimpinan BGN dan masyarakat dalam menjelaskan pelaksanaan program pemerintah.
Selain menjelaskan penyaluran bagi anak panti asuhan, Sudaryono menerangkan bahwa program MBG untuk balita juga memiliki jalur distribusi tersendiri, yakni melalui posyandu.
“Untuk balita juga disalurkan melalui channel-channel MBG yaitu posyandu, yang merupakan salah satu saluran distribusi program,” katanya.
Penjelasan tersebut mempertegas bahwa penyaluran MBG dilakukan melalui saluran yang disesuaikan dengan kelompok penerima manfaat. Anak-anak yang bersekolah memperoleh makanan melalui sekolah, sedangkan balita dapat mengakses program melalui posyandu.
BGN menekankan pentingnya sosialisasi mengenai kriteria penerima, jalur distribusi, dan regulasi program agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui pemahaman mekanisme tersebut, masyarakat diharapkan mengetahui akses anak-anak panti asuhan dan balita terhadap program Makan Bergizi Gratis sesuai ketentuan yang berlaku.[dit]











