Kinerja Strategis Listyo Sigit untuk Program Presiden: Masalah Sudah Diurai, Tinggal Pengawalan Hasil

Kemampuan membangun komunikasi juga terlihat ketika Listyo menerima 13 perwakilan kelompok buruh pada 6 Oktober.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pelaksanaan perlindungan pekerja, peningkatan produktivitas, dan perbaikan iklim investasi.

Akses dialog ini merupakan modal bagi KSP untuk menjembatani aspirasi pekerja dengan tindak lanjut pemerintah.

Kepercayaan yang terbangun melalui dialog perlu dijaga dengan kepastian tindak lanjut. Aspirasi yang membutuhkan penanganan lintas kementerian dapat dipetakan, diteruskan kepada pihak yang berwenang, dan dipantau penyelesaiannya.

Pendekatan tersebut akan memperkuat peran KSP sebagai penghubung antara persoalan masyarakat dan keputusan pemerintah.

Dalam penanganan karhutla, Listyo telah menyampaikan arahan Presiden mengenai sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat, termasuk operasi pemadaman darat dan udara serta penguatan pencegahan.

Kontribusi KSP dapat semakin diperkuat melalui pemantauan hambatan lapangan, percepatan keputusan lintas lembaga, dan pelaporan perkembangan yang terukur kepada Presiden.

Masa jabatan yang masih singkat memberikan batas yang jelas bagi penilaian. Bukti publik hingga 18 Oktober 2026 menunjukkan kegiatan substantif dan hasil koordinasi awal, sementara dampak luasnya masih membutuhkan pembuktian.

Karena itu, langkah yang telah dimulai layak mendapat dukungan sekaligus masukan agar pelaksanaannya semakin efektif.

Penguatan pencatatan masalah, keputusan, penanggung jawab, tenggat, dan bukti penyelesaian akan membantu Listyo menjalankan mandat pengendalian program prioritas.

Sistem kerja tersebut juga memungkinkan Presiden memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai program yang berjalan, hambatan yang tersisa, dan tindakan koreksi yang dibutuhkan.

Listyo Sigit telah membangun pijakan awal yang positif. Konsistensi mengawal keputusan hingga terlaksana akan menentukan kekuatan kepemimpinannya di KSP dan memastikan program Presiden menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Oleh: R. HAIDAR ALWI – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB