JAKARTA, FAKTANASIONAL
NET – Dalam dinamika hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan bahwa pihaknya telah secara proaktif melakukan komunikasi dengan pemerintah AS.
Upaya tersebut bertujuan agar Presiden Prabowo Subianto dapat bertemu langsung dengan Presiden AS, Donald Trump. Menurut Sugiono, inisiatif ini sudah diajukan jauh sebelum adanya kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh AS,11/4/2025.
Hal ini membuktikan bahwa pemerintah Indonesia senantiasa memprioritaskan hubungan strategis dan diplomasi tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Sugiono mengungkapkan bahwa surat permohonan pertemuan tersebut dilayangkan sejak awal masa jabatan Presiden Trump pada Januari, yang menunjukkan bahwa upaya ini sudah direncanakan dengan matang sebagai bagian dari strategi hubungan bilateral kedua negara.
“Kita sudah melayangkan permintaan pertemuan dengan Presiden Trump jauh sebelum kebijakan tarif diberlakukan,” ungkapnya dalam siaran Sekretariat Presiden pada Jumat (11/4/2025).
Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah tersebut tidak semata-mata reaktif terhadap kebijakan tarif, namun merupakan agenda diplomatik yang terstruktur untuk menjaga komunikasi efektif dan penguatan kerjasama antar negara.
Dalam menghadapi kebijakan tarif impor baru dari AS, Kementerian Luar Negeri bersama tim negosiasi segera mengirimkan perwakilan untuk melakukan pembicaraan intensif.







