Strategi Allianz Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi 2025

Ilustrasi/Dok. eml.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Allianz Indonesia melewati berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2024 dengan tetap mempertahankan kinerja dana kelolaan yang baik.

Menghadapi dinamika pasar yang penuh ketidakpastian, perusahaan menerapkan strategi yang dinamis dan adaptif untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam upaya mempertahankan kinerja yang optimal, Allianz Indonesia terus berfokus pada pengelolaan risiko yang hati-hati, serta terus berinovasi pada solusi perlindungan dan di layanan untuk kemudahan dan kenyaman nasabah.

“Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp39,8 triliun (termasuk dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan/DPLK Allianz), berdasarkan Laporan Keuangan perusahaan tahun 2024,” kata Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Indonesia dalam keterangan tertulis yang dikutip redaksi, Selasa (29/4/2025).

Pada tahun 2024, terang dia, Allianz Indonesia mengelola aset di 51 jenis unit link fund. Tiga fund dengan dana kelolaan tertinggi sepanjang 2024 adalah Smartlink Rupiah Equity Fund dengan dana kelolaan sebesar Rp 6,9 triliun.

“Selain itu Smartlink Rupiah Fixed Income Fund dengan dana kelolaan sebesar Rp1,8 triliun, dan Smartlink Rupiah Balanced Fund dengan dana kelolaan sebesar Rp 1,5 triliun,” ungkap Ni Made Daryanti.

Sedangkan dilihat dari pertumbuhan unit pemegang polis dibandingkan tahun 2023, Smartlink Rupiah Fixed Income Fund tumbuh 34,5%, Smartlink Rupiah Equity Fund turun 6,2% dan Smartlink Rupiah Balanced Fund turun 4,9%.

“Kenaikan unit pada Smartlink Rupiah Fixed Income sejalan dengan kondisi pasar yang cukup menantang di 2024 sehingga nasabah memilih fund yang lebih konservatif,” ungkap Ni Made Daryanti.

Proyeksi 2025

Tahun 2025 diperkirakan masih akan menghadapi tantangan eksternal yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, seperti kebijakan Trump terkait tarif dagang dan pemotongan pajak yang berpotensi mendorong inflasi di AS. Ini dapat memperlambat pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Selain itu, pelemahan ekonomi Tiongkok dan ketegangan geopolitik turut menjadi faktor penghambat.

Allianz Indonesia percaya bahwa di berbagai kondisi ekonomi, tetap ada peluang investasi untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal.

Begitu pula dengan kondisi saat ini dimana kebijakan tarif Trump akan berdampak pada volatilitas saham dan obligasi.

Allianz Indonesia terus memantau dampak kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia dengan tetap menerapkan pendekatan fundamental, strategi yang dinamis dan mengutamakan prinsip kehati hatian dalam pengelolaan risiko.

Untuk subdana dengan underlying saham, Allianz Indonesia menerapkan strategi tactical underweight and selectively defensive.

Dari segi strategi penempatan portofolio, kami secara taktis mengurangi bobot dan secara selektif lebih defensif. Kami telah menyaksikan peningkatan tarif pada pemerintahan Trump yang memicu aksi jual di pasar global karena ketidakpastian meningkat.