JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Sistem pembayaran tol tanpa berhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) menjadi sorotan publik karena kompleksitasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memutuskan untuk bekerja sama dengan konsultan internasional seperti PWC atau EY demi memastikan tata kelola proyek berjalan transparan, profesional, dan sesuai standar internasional.
Keputusan ini diambil menyusul tingginya nilai investasi serta pentingnya sistem ini bagi kelancaran transportasi di Indonesia.
Sebagai proyek hasil kerja sama pemerintah dengan Roatex Ltd Zrt (Hungaria) melalui PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), MLFF menggunakan dana asing sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun. “Dokumennya tebal dan complicated.
Jadi kita akan hire konsultan internasional, seperti PWC atau EY,” jelas Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Jumat (9/5/2025). Dengan kompleksitas dokumen dan besarnya dana, peran konsultan independen menjadi kunci sukses implementasi.
Konsultan asing yang akan direkrut memiliki pengalaman global dalam pengelolaan proyek infrastruktur besar. Mereka akan melakukan audit manajemen risiko, meninjau tata kelola keuangan, serta mengevaluasi prosedur operasional MLFF.











