Harga Minyak Metah Melonjak Turun usai OPEC+ Sepakati Tambah Produksi

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Minyak mentah kembali mencatat penurunan harga setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan output pada bulan September. Selain itu, kekhawatiran melambatnya ekonomi Amerika Serikat turut menekan sentimen pasar.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan menaikkan produksi sebesar 547.000 barel per hari mulai September. Keputusan ini diambil untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat tergerus dan menyeimbangkan stok global yang dianggap rendah. Uni Emirat Arab pun akan menambah produksi hingga 2,5 juta barel per hari, mewakili sekitar 2,4% permintaan dunia.

Selain kebijakan pasokan, pasar juga memperhatikan kinerja ekonomi AS. Data ketenagakerjaan yang dirilis menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan, memicu spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September.

Di sisi lain, ancaman sanksi AS terhadap Rusia dan Iran yang bisa mengganggu pasokan juga menjadi faktor risiko. Presiden AS kembali mengancam tarif sekunder 100% untuk pembeli minyak Rusia, menambah ketidakpastian.

Sentimen global yang hati-hati membuat harga minyak Brent turun 0,57% ke US$ 69,27 per barel, sedangkan WTI AS turun 0,55% ke US$ 66,96 per barel. Investor memantau perkembangan kebijakan OPEC+ dan data ekonomi AS secara ketat, mengingat keduanya akan menentukan arah harga minyak dalam beberapa bulan ke depan.

Kedepannya, jika ekonomi AS menunjukkan tanda pemulihan yang lebih kuat atau OPEC+ meninjau ulang kuota produksi, harga minyak bisa berbalik naik. Namun kondisi geopolitik dan kebijakan fiskal di negara produsen tetap menjadi kunci volatilitas pasar.[dit]