FAKTANASIONAL.NET – Awan mendung menyelimuti pasar keuangan Eropa pada penutupan pekan ini. Lonjakan harga energi yang tak terkendali serta ancaman perang di Timur Tengah membuat bursa saham di Benua Biru berakhir tumbang.
Para investor kini dihantui oleh bayang-bayang stagflasi, sebuah kondisi horor di mana inflasi tetap tinggi namun pertumbuhan ekonomi justru jalan di tempat.
Indeks STOXX 50 zona Euro merosot 1,1 persen, sementara STOXX 600 turun 0,9 persen. Di Spanyol, data inflasi telah menembus level tertinggi sejak 2024, membuktikan bahwa tekanan harga sudah mulai menyebar ke berbagai sektor.
Presiden ECB, Christine Lagarde, bahkan memperingatkan bahwa dampak guncangan energi ini mungkin lebih parah dari yang diperkirakan pasar selama ini.
Saham-saham perbankan raksasa seperti UniCredit dan Deutsche Bank mencatat penurunan signifikan akibat kenaikan imbal hasil obligasi.










