FAKTANASIONAL.NET – Organisasi wartawan regional Asia Tenggara, Confederation of ASEAN Journalists (CAJ), sukses menyelenggarakan Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Forum tertinggi jurnalis se-ASEAN ini menjadi momentum krusial dalam mempertegas kembali komitmen profesionalisme di tengah gempuran disrupsi informasi global.
Presiden CAJ (periode 2024–2026), Atal S. Depari, dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa pertemuan ini merupakan simbol keberlanjutan nilai-nilai jurnalistik yang dipegang teguh oleh negara-negara anggota.
“Atas rasa syukur, seluruh rangkaian Sidang Umum CAJ telah berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa organisasi kita tidak hanya hidup secara struktural, tetapi juga kuat secara nilai, solidaritas, profesionalisme, dan tanggung jawab terhadap masa depan jurnalisme,” ujar Atal, Senin (27/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputy Minister of Communication Malaysia YB Madam Teo Nie Ching, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, serta para pimpinan delegasi jurnalis dari seluruh penjuru Asia Tenggara.
Low Boon Tat Resmi Nahkodai CAJ
Hasil utama dari Sidang Umum ke-21 ini adalah penetapan Low Boon Tat dari National Union of Journalists Malaysia sebagai Presiden CAJ yang baru.
Atal S. Depari menyampaikan rasa optimisnya bahwa kepemimpinan baru ini akan mampu membawa organisasi menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Atal menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Low, organisasi akan semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk disrupsi digital, ancaman disinformasi, serta upaya menjaga integritas profesi jurnalis.
Ia juga menitipkan pesan penting mengenai kolaborasi lintas batas yang harus semakin erat. Menurutnya, ASEAN membutuhkan jurnalisme yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga solid secara regional demi kepentingan publik yang lebih luas.










