FAKTANASIONAL.NET – Insiden maut yang melibatkan unit taksi listrik Green SM, KA Argo Bromo Anggrek, dan KRL Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, menyisakan duka mendalam bagi publik.
Kecelakaan yang merenggut 14 nyawa tersebut kini menyeret nama besar PT Xanh SM Green ke pusaran investigasi.
Perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik asal Vietnam ini seketika menjadi sorotan tajam, terutama mengenai standar keamanan armada VinFast yang mereka operasikan di Indonesia sejak ekspansi tahun 2024.
Green SM bukan pemain baru di kancah transportasi daring. Di bawah naungan GSM (Smart and Green Mobility Joint Stock Company), perusahaan ini telah mendominasi lebih dari separuh pasar Vietnam, bersaing ketat dengan Grab dan Be Group.
Kekuatan finansialnya didorong oleh Vingroup, raksasa bisnis milik pasangan berpengaruh Pham Nhat Vuong dan Pham Thu Huong. Sebelum merambah dunia otomotif listrik, keduanya membangun kekaisaran bisnis dari nol di Ukraina melalui merek mi instan Mivina yang legendaris, sebelum akhirnya dijual ke Nestle senilai US$100 juta.









