JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Cendekiawan dan Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini, Ph.D., menegaskan tentang pentingnya netralitas media, termasuk media online yang harus tetap ditegakkan.
Mengapa media harus netral? Didik mengatakan, pertanyaan tentang netralitas media ini penting karena semakin modern suatu negara dan semakin terdidik masyarakat, maka media harus tampil menjadi Ruang Publik (Public Sphere) yang mencerahkan – bukan alat partai politik, penguasa atau kelompok tertentu.
“Media seharusnya menjadi ruang diskusi rasional tempat masyarakat untuk dialog yang dialogis, bertukar gagasan, melakukan peran check and balances dan membangun opini publik yang sehat.”
“Jika media menjadi alat propaganda, maka dia tidak akan menjadi arena deliberasi demokratis, tetapi menjadi bagian dari kementrian pemerintah,” papar Didik dalam analisanya kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
Menurut Didik, yang paling gagah dan bermartabat media tampil sebagai pilar keempat demokrasi. Sebagai Pilar Keempat Demokrasi, media melakukan fungsi pengawasan, bukan menutup-nutupi jika ada penyimpangan, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Contoh peran media yang paling dan lebih ideal lagi adalah investigasi korupsi karena korupsi merupakan kejahatan ekstra ordinary. Jika perlu melakukan kritik terhadap kebijakan karena kritik tersebut akan semakin membuat kebijakan pemerintah semakin legitimate,” paparnya.










