FAKTANASIONAL.NET – Ratusan kapal penangkap ikan di perairan Kota Tegal kini hanya bisa bersandar lesu. Tingginya beban operasional memaksa armada ini berhenti beroperasi.
Namun, di tengah kondisi pesisir yang tercekik, muncul kabar ironis yang membuat mereka heran. Alih-alih memperhatikan nasib para nelayan yang sedang merana, pemerintah pusat justru berencana meluncurkan 1.582 unit kapal baru tersebut ke laut nusantara.
Kebijakan ini sontak memicu tanda tanya besar. Tambari Gustam, salah satu pengusaha kapal lokal Tegal, meluapkan kekecewaannya. Ia mempertanyakan logika di balik rencana penambahan armada baru tersebut.
“Di sini saja kapal sudah tumpah ruah dan menganggur. Buat apa pemerintah menambah 1.582 kapal lagi? Jika diteruskan, bagaimana sistem lelang dan ukuran GT-nya nanti? Apakah di atas atau di bawah 30 GT? Nasib pengusaha lokal mau dikemanakan?” ungkap Tambari, dikutip dari detiknasional, Sabtu (16/5/2026).
Akar utama kelumpuhan sektor perikanan ini adalah meroketnya harga Solar Industri yang menyentuh angka Rp 30.550 per liter. Nominal fantastis ini membuat nelayan mustahil menutupi modal pelayaran dari hasil tangkapan.











