Daerah  

Perang Suku Pecah di Wamena: 13 Orang Tewas, Jembatan Roboh, dan Ratusan Warga Mengungsi

Ilustrasi/Dok. Kompasiana

FAKTANAISONAL.NET — Bentrokan berdarah antar-suku kembali melanda wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Konflik komunal yang melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma) ini dilaporkan telah menelan korban jiwa hingga 13 orang, sementara 19 orang lainnya mengalami luka-luka.

Aksi saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan panah tradisional ini awalnya pecah di Distrik Woma pada Kamis (14/5/2026), sebelum akhirnya meluas ke beberapa titik di wilayah Jayawijaya hingga Jumat (15/5/2026).

Aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya terus memperbarui data terkait dampak fatal dari pertikaian tersebut.

Baca Juga: Pembentukan Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Definitif Jangan Ditunda-tunda

“Berdasarkan data update terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang,” kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, Minggu (17/5/2026).

Ipda Efendi merinci, dari total 19 korban luka yang saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

“Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang,” tambahnya.

Ratusan Warga Mengungsi, Data Kerusakan Masih Dihitung

Selain jatuhnya korban jiwa dan luka, eskalasi konflik yang meninggi memaksa ratusan warga di sekitar lokasi kejadian untuk meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri. Hingga kini, polisi masih mendata total rumah dan fasilitas umum yang dirusak atau dibakar massa selama pertikaian.