Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Daerah, BNPB Catat Satu Korban Jiwa di Tapanuli dan Ribuan Rumah Terendam di Pasuruan

Banjir yang melanda pemukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (19/5). Sumber foto : BPBD Kabupaten Pasuruan

FAKTANASIONNAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana merangkum rentetan kejadian bencana hidrometeorologi BNPB yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode Selasa hingga Rabu pagi.

Kejadian paling fatal berupa musibah tanah longsor yang menerjang Kelurahan Wek I Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan pada Senin akibat guyuran hujan deras.

Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dalam tahap pencarian usai material longsor menimpa rumah mereka.

Tim pencari gabungan terus berupaya menemukan korban hilang secara intensif dengan mengerahkan alat berat serta berbagai perlengkapan bantuan semi manual di lokasi.

Selain musibah tanah longsor bencana hidrometeorologi BNPB juga mencatat kejadian banjir bandang yang merendam empat wilayah kecamatan di Kabupaten Pasuruan pada Selasa.

Cuaca ekstrem memicu peningkatan debit air Daerah Aliran Sungai Kedunglarangan dan Welang secara drastis sehingga air bah meluap merendam wilayah pemukiman warga setempat.

Hasil kaji cepat sementara Tim Reaksi Cepat mencatat sebanyak 1.867 unit rumah dan satu jembatan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Banjir juga dilaporkan menerjang 66 unit rumah serta berbagai fasilitas publik di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa sore.

Masyarakat bersama kelompok relawan di Sulawesi Tengah kini mulai bergotong-royong melakukan pembersihan tumpukan sampah dan material lumpur yang terbawa sisa banjir.

Pemerintah pusat mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi rentetan ancaman bahaya luapan air ini.

Masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri dengan segera ke jalur aman apabila wilayah tempat tinggalnya diguyur hujan berintensitas tinggi dalam durasi waktu panjang.

Peningkatan kepekaan masyarakat dalam memantau debit air sungai secara mandiri akan sangat membantu kelancaran operasi tanggap darurat yang dijalankan oleh aparat keamanan.

(*Red)