FAKTANASIONAL.NET – Masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra seiring dengan munculnya laporan infeksi Hantavirus di sejumlah wilayah.
Penyakit zoonosis yang utamanya ditularkan melalui hewan pengerat ini tengah menjadi sorotan tajam di kalangan pakar kesehatan, mengingat gejalanya yang sangat mengecoh dan kerap disalahartikan sebagai penyakit infeksi musiman biasa.
Dalam bincang-bincang siniar EdShareOn yang dipandu oleh Eddy Wijaya pada Rabu (20/05/2026), Epidemiolog sekaligus Profesor dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masdalina Pane, membedah karakteristik unik dari infeksi mematikan ini, dilansir dari RMOL.
Menurut Masdalina, gejala awal Hantavirus sangatlah tidak spesifik. Pada pasien anak-anak, suhu tubuh bisa melonjak drastis hingga 38,5°C, namun pada orang dewasa, tanda demamnya seringkali tidak terlalu kentara. Keluhan lain umumnya berkisar pada mual, muntah, serta nyeri hebat pada area otot dan persendian.
Tantangan terbesar bagi para tenaga medis adalah kecepatan perburukan kondisi pasien. Masdalina menjelaskan bahwa saat memasuki fase kritis, gejalanya sangat identik dengan Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana terjadi infiltrasi plasma ke jaringan tubuh yang berujung pada gagal ginjal akut dalam hitungan jam.







